LOEBIS’s Blog

Tiada Kata Tanpa Makna

THE BEST FRIEND

Dear my friend,

Am I your best friend?
Am I?
I don’t know what best friend really is.
Our relationship, I really like it, I was.
We shared our feels, ideas, happiness, sorrow…
We had many stories to tell
Especially stories about our family…
We did bad things and good things together…
What a best relationship we had!
I still remember the times until now
Somehow…
I feel something strange about these.
The day when we shared them
And the things that we did together
Withered within my memory.
As a man who called as a best friend
A man who love to prove his best friendship
A relation that I bonded to you,
I am propelling myself to keep it
Far from breakage.
I tried many times and failed much times.
For some reason we can’t talk as much as we did nowadays
Even we couldn’t talk customarily like we did to friends of our!
Do you have someone who care for you?; a best friend?
I want to learn to be the other one
What they do and think
What they pray and hope from you
Because I meet desperation to become it.
The past and hope has me to try again and again…
I try more and then more pain I gain.
The pain is cruel
Making hope losing its stand.
Aren’t you trying too?
Trying to restore our relationship?
If you do I doubt you can’t
for some reason.
I’m thinking about something,
I’m thinking about what happening nowadays.
The situation in the present is good enough for you
You don’t want to bother it, right?
Pretending there is nothing happen
Leaving me alone in confusion.
Or maybe I’m not your best friend after all;
I’m just a distraction from your sorrow and loneliness heart.
I like to call you as my best friend
As you do to me.
But I can’t
Because you make me to.
For what you did until now
Please don’t call me your best friend
Until we can do again the “best friend things” like we did together.
Call me a friend.
So either I or you don’t have to keep what is likely to break.
Call me just “a friend”
So we don’t have to hurt each other.
I’m sorry if there is a thing that make you hurt.
Forgive me for the complexity I’ve done.
Forget all my wrong.
My friend, there is something I want you to know.
I’m going well from the pain
By admitting and forgiving what I’ve done.
The hope will not losing again his stand;
Hoping less for the past times to repeat
But more for the future where each of us will be a better person.
Thank you very much for the trust
once you gave me to take a good care of you.
Thank you for the lesson you gave to me:
It’s not a mercy that makes someone live and free but love.
I’ll never regret the time when we met.
Trying to forget not what happen between us although it’s not easy.
Once again, thank you very much my friend!
Your friend

29 Juni 2009 Ditulis oleh Ayatullah | Curhat, cerpen, cinta, oase | | & Komentar

Ibrah antara Capung dan Semut

Seekor semut yang pikirannya tersusun dalam rencana teratur,
sedang mencari-cari madu ketika seekor capung hinggap
menghisap madu dari bunga itu. Capung itu melesat pergi
untuk kemudian datang kembali.

Kali ini Si Semut berkata,

“Kau ini hidup tanpa usaha, dan kau tak punya rencana.
Karena kau tak punya tujuan nyata ataupun kira-kira, apa
pula ciri utama hidupmu dan kapan pula berakhir?”

Kata Si Capung,

“Aku bahagia, dan aku mencari kesenangan, ini jelas ada dan
nyata. Tujuanku adalah tanpa tujuan. Kau boleh merencanakan
sekehendakmu; kau tak bisa meyakinkanku bahwa ada yang lebih
berharga daripada yang kulakukan ini. Kaulaksanakan saja
rencanamu, dan aku rencanaku.”

Semut berpikir,

“Yang tampak padaku ternyata tak tampak olehnya. Ia tahu apa
yang terjadi pada semut. Aku tahu apa yang terjadi pada
capung. Ia laksanakan rencananya, aku laksanakan rencanaku.”

Dan semutpun berlalu, sebab ia telah memberikan teguran
sebaik-baiknya dalam masalah itu.

Beberapa waktu sesudah itu, mereka pun bertemu lagi.

Si Semut menemukan kedai tukang daging, dan ia berdiri di
bawah meja tumpuan daging dengan bijaksana, menunggu saja
apa yang mungkin datang padanya.

Si Capung, yang melihat daging merah dari atas, menukik dan
hinggap diatasnya. Pada saat itu pula, parang tukang daging
berayun dan membelah capung itu menjadi dua.

Separoh tubuhnya jatuh di lantai dekat kaki semut itu.
Sambil menangkap bangkai itu dan mulai menyeretnya ke
sarang, semut itu berkata kepada dirinya sendiri.

“Rencananya tamat sudah, dan rencanaku terus berjalan. Ia
laksanakan rencananya -sudah berakhir, Aku laksanakan
rencanaku -mulai berputar. Kebanggaan tampaknya penting,
nyatanya hanya sementara. Hidup memakan, berakhir dengan
dimakan. Ketika aku katakan hal ini, yang mungkin
dipikirkannya adalah bahwa aku suka merusak kesenangan orang
lain.” (http://media.isnet.org/sufi/Idries/SemutCapung.html)

Ibrah yang mungkin bisa kita gali dari kisah ini adalah, sombong dan angkuh adalah sifat yang dapat merugikan kita sendiri, menganggap remeh orang lain justru akan menjatuhkan kita sendiri. itu baru dari segi sosialnya.. kalau kita kaji dengan pertimbangan Agama? gimana… lebih buruk lagi…

26 Januari 2009 Ditulis oleh Ayatullah | Agama, Artikel, kisah, oase, pendidikan, sosial | , , , , , , , | No Comments Yet

Belajar dari Thomas Alpa Edison.

Kalau ditanya pada anak-anak jaman sekarang siapa yang tidak kenal dengan Thomas Alpa Edison.

Thomas edison mulai melakukam selama masa kecilnya, kaena menganggap bahwa burung dapat terbang karena makan cacing maka ia memotong cacing dicampur dengan makanan dan memberikannya kepada seorang wanita tanpa sepengetahuan si wanita tersebut dan menunggu untuk mengetahui apakah si wanita tersebut dapat terbang.

eksprimen lainnya yang tidak berhasik ia lakukan adalah pada waktu kecil ia duduk di atas sejumlah telur untuk mengetahui apakah ia bisa menetaskannya..

Ketika melakukan ratusan eksprimen yang gagal, ia akhirnya menemukan dan mendapatkan paten untuk 2500 barang, termasuk lampu listrik yang dia anggap membawa tawa dan terang kepada manusia namun banyak yang menertawakannya.

Tanpa putus asa edison melakukan 1000 eksperimen yang tidak berhasil untuk membuat lampu listrik. Saat orang-orang mengatakan ia buang-buang waktu dan energi dia malah berujat setias alu melakukan eksperimen aku mendapat hasil baru. kegagalan merupakan batu loncatan untuk menuju kesuksesan.
Setelah memberikan lampu listrik kepada manusia Edison mengatakan telah menemukan tujuannya di awal 1880, dan ia menuai banyak pujian. orang-orang menyadari bahwa penemuan Edison tahap demi tahap, Hujan maupun Angin, tetap konstan terhadap cuaca buruk. Seperti yang diharapkannya, Edison memberikan Cahaya dan tawa bagi umat manusia.

7 Januari 2009 Ditulis oleh Ayatullah | Artikel | , , , | & Komentar

Warning….!!!!!!!!!!!!!!!!!

Orang yang melewati satu hari dalam hidupnya tanpa ada suatu hak yang ia tunaikan atau suatu fardhu yang ia tunaikan atau kemuliaan yang ia wariskan atau kebaikan yang ia tanamkan atau ilmu yang ia dapatkan, maka ia telah durhaka tarhadap harinya dan menganiaya terhadap dirinya. ( Dr. Yusuf Al Qardawi)

Jangan ada kekosongan dalam hidup kita, karena kekosongan bisa membinasakan

Ada 3 Kekosongan yang senantiasa kita harus waspadai…
1. Kekosongan hati
2. Kekosongan Akal
3 Kekosongan Jiwa.

5 Januari 2009 Ditulis oleh Ayatullah | Agama, Curhat, cinta, oase, sosial | , , , , , , , | No Comments Yet

Sebelum Ada Kata-kata Mengeluh

1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

3. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.

4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Allah untuk diberikan teman hidup.

6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

Masihkan Harus mengeluh… Kenapa tidak kata-kata Syukur saja yang kita ucapkan…

3 Januari 2009 Ditulis oleh Ayatullah | Agama, Artikel, kisah, sosial | , , , , , , | & Komentar

IMAM SYAFI’I JUNIOR

setelah melihat video ini saya teringat sengan sebuah kisah
“suatu hari di masjidil Haram seorang guru tengah menyampaikan ilmu kepada murid-muridnya. Dengan lugas, jelas, dan komunikatif. Namun ada yang ganjil dalam majelis itu, ternyata gurunya jauh lebih muda dari murid-muridnya. Bahkan ditengah prosesi belajar mengajar ia sempat minta izin untuk minum, padahal siang itu adalah bulan Ramadhan. tentu saja para muridnya protes, “kenapa anda minum inikan bulan Puasa” apa jawab sang guru? “aku belum wajib berpuasa” (Zero to Hero karya Sholikhin abu Izzudin)

Siapakah guru yang terlihat nyeleneh tersebut? ternyata ia adalah Muhammad Idris Asy Syafi’i yang lebih kita kenal dengan Imam Syafi’i.

Kita tidak usah heran dengan fragmen ini karena beliau sebelum baligh sudah menjadi Imam usia 9 tahun sudah hapal Al-Qur’an, usia 10 tahun sudah hapal isi kitab Al Muwatha’ karya Imam Malik berisi 1.720 Hadist. pada usia 15 tahun sudah menduduki jabatan Mufti (semacam Hakim Agung).

25 Desember 2008 Ditulis oleh Ayatullah | Artikel | , , , , , | No Comments Yet

Happy Birthday to you….. Why…?

Happy Birthday to you….. Why…?

Benarkah kita bahagia? apa sih karya kita? mengapa kita habiskan waktu buat pesta pora?
“Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu di dalamnya, Kesehatan dan kesempatan” (H.R. Bukhori dan Ibnu Abbas r.a)

Itulah yang sering kita lalaikan, merasa tambah usia, padahal jatah kontrak hidupnya makin sempit. Orang-orang sukses menyadari bahwa usia berbanding lurus dengan prestasi.

Apa sih prestasi itu..?  dapat tropi karena juara pertandingan olahraga?
atau dapat piala citra karena menjadi favorite penonton? atau lulus sarjana dengan nilai memuaskan.?
Seperti siapa sih yang dikatakan berprestasi..? Agnes monica kah..? Kris Jhon kah..? atau Imam safi’i yang  pada usia 9 tahun sudah hapal Alqu’an dan usia 15 tahun sudah menjadi ahli fiqih.

11 Desember 2008 Ditulis oleh Ayatullah | Artikel, oase, sosial | , , , , , , | No Comments Yet

ANTARA SENIOR DAN YUNIOR

Ketika Allah memerintahkan Iblis untuk sujud kepada Adam a.s banyak sekali alasan-alasan yang di lontarkan oleh Iblis untuk membela dirinya sendiri dari ke sombongannya…..
Terkadang kita tidak sadar, bahwa kita telah menjadi pengikut iblis, ketika senioritas dikedepankan, yunior menjadi seorang yang tidak layak di hormati.
Terlebih ketika yunior kita menjadi pemimpin, ketika yunior menjadi pemberi keputusan, ketika yunior berada setingkat di atas kita. terkadang kita tidak terima ketika yunior menuturkan kebenarann dimana kebenaran itu melemahkan posisi kita, kebenaran itu menjadi pelemah kekuatan kita, kebenaran itu meruntuhkan kepentingan kita.
Mari kita merenung, siapa yang harus kita korbankan kepentingan yang menjerumuskan kita menjadi pengikut iblis, sehingga Allah kita korbankan, atau Ikhlas menerima perbaikan yang dilakukan yunior kita, sehingga Iblis kita korbankan.
Mana yang kita pilih tertawa bersama Iblis atau gembira melihat Allah tersenyum.

9 Desember 2008 Ditulis oleh Ayatullah | Artikel, Curhat, sosial | , , | No Comments Yet

Nilai Kasih Ibu

Seorang anak mendapatkan ibunya yang sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur lalu menghulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu.
Si ibu segera mengesatkan tangan di apron menyambut kertas yang dihulurkan oleh si anak lalu membacanya.  Ongkos membantu ibu:
Tolong pergi ke kedai Rp 40.000
Tolong jaga adik Rp 40.000
Tolong buang sampah Rp 10.000
Tolong kemas bilik Rp 20.000
Tolong siram bunga Rp 30.000
Tolong sapu sampah Rp 30.000
Jumlah : Rp 170.000
Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak sambil sesuatu membelai kepala sang anak.   Si ibu mengambil sebatang pena dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama.
Ongkos mengandungmu selama 9 bulan – GRATIS
Ongkos berjaga malam kerana menjagamu – GRATIS
Ongkos air mata yang menetes keranamu – GRATIS
Ongkos kegusaran karena menghawatirkanmu – GRATIS
Ongkos menyediakan makan minum, pakaian, dan keperluanmu – GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku – GRATIS
Air mata si anak berlinang setelah membaca apa yang dituliskan oleh si ibu. Si anak menatap wajah ibu,memeluknya dan berkata,
¢Saya Sayang Ibu¢.
Kemudian si anak mengambil pen dan menulis ¦#39;LUNAS¦#39; pada muka surat yang ditulisnya.

http://melasayang.wordpress.com

28 Agustus 2008 Ditulis oleh Ayatullah | Artikel | | No Comments Yet

Balasan Bagi Orang jahat

Seorang pemuda yang masih belia tampak begitu kelelahan dan kehausan. Maka tatkala tiba di disuatu oase yang bening airnya dengan tanaman rindang disekelilingnya, penunggang kuda itu menghentikan kudanya dan turun ditempat tersebut. Ia berbaring, lalu meletakkan sebuah bungkusan disampingnya. Matahari sangat terik, namun disitu amat teduh, sehingga tanpa sengaja ia tertidur pulas setelah memuaskan dahaganya dengan meminum air bening di oase tadi.Ketika ia terjaga, matahari mulai condong. Ia sedang mengejar waktu karena ibunya sakit keras. Tampaknya ia anak seorang yang kaya raya, terlihat dari pakaiannya yang mewah dan kudanya yang mahal. Dengan tergesa-gesa ia melompat ke punggung kuda dan bungkusannya tertinggal karena ia hanya berpikir untuk segera tiba dirumah menunggui ibunya yang sedang sekarat. Bapaknya sudah meninggal dibunuh orang beberapa tahun yang lalu.

Tidak lama setelah ia meninggalkan tempat tersebut, seorang penggembala lewat ditempat tersebut. ia terkesima melihat ada sebuah bungkusan kain tergeletak dibawah pohon. Diambilnya bungkusan itu, lalu dibawanya pulang kegubuknya yang buruk. Alangkah gembiranya hati si anak gembala tersebut tatkala melihat bungkusan tersebut ternyata isinya emas dan perak yang sangat berharga. Ia yatim piatu dan masih kecil sehingga penemuan itu di anggapnya merupakan hadiah baginya. ketika tempat tadi sudah sepi, seorang kakek yang sudah bungkuk berjalan terseok-seok melalui oase tadi. Karena kelelahan ia beristirahat di bawah pohon yang rimbun. Belum sempat ia melepas lelah, anak muda penunggang kuda yang tertidur sebelumnya dibawah pohon tadi datang hendak mengambil bungkusan yang tertinggal.

Tatkala ia sampai, alangkah terkejutnya pemuda tersebut melihat bahwa dipohon tersebut tidak lagi menemukan bungkusan kain. Yang nampak hanyalah seorang kakek. Mka pemuda tu dengan suara keras bertanya kepada si kakek, “Mana bungkusan yang tadi disini?”

“Saya tidak tahu,” jawab kakek dengan gemetar.
“Jangan bohong!” bentak si pemuda.
“Sungguh, waktu saya tiba disini,tidak ada apa-apa kecuali kotoran kambing”.
“Kurang ajar! Kamu mau mempermainkan aku? Pasti engkau yang mengambil bungkusanku dan meyembunyikan disuatu tempat.. Ayo kembalikan!”
“Bungkusan itu baru kuambil dari kawan ayahku sebagai warisan yang telah dititipkan ayahku kepadanya untuk diserahkan kepadaku kalau akus sudah dewasa, yaitu sekarang ini. Kembalikan!”
“Sumpah tuan, saya tidak tahu,”sahut kakek tersebut makin ketakutan.
“Kurang ajar! Bohong! Ayo serahkan kembali. Bila tidak ,tahu rasa nanti” hardik pemuda tadi.Karena kakek itu tidak tahu apa-apa, maka ia tetap bersikeras tidak melihat bungkusan tersebut. Si pemuda tidak bisa dapat mengendalikan kemarahannya lahi. di cabutnya pedang pendek dari pinggangnya dan akhirnya kakek tadi di bunuhnya. Setelah itu ia mencari kesana-kemari mencari bungkusan yang ia tinggalkan. Akan tetapi tidak ditemukan. Setelah itu ia naik ke punggung kuda dan memacunya ke rumahnya dengan perasaan marah dan kecewa.

Berita ini ditanyakan kepada Nabi Musa oleh salah seorang muridnya. “Wahai Nabiyullah, bukankah cerita tersebut justeru menunjukan ketidak adilan Allah?”

“Maksudmu?” tanya Nabi Musa”.
“Kakek itu tidak berdosa tetapi menanggung malapetaka yang tidak patut diterimanya. Sedangkan si anak gembala yang mengantungi harta tadi malah bebas tidak mendapatkan balasan yang setimpal”.
“Menurutmu Tuhan tidak adil?” ucap Nabi Musa terbelalak. “Masa Allah. Dengarkan baik-baik latar belakang ceritanya. Kemudian Nabi Musa pun bercerita, “Ketahuilah, dahulu ada seorang petani hartawan dirampok semua perhiasan harta benda miliknya oleh dua orang bandit yang kejam. setelah berhasil merampok, harta itu dibagi dua oleh perampok tersebut. Dalam pembagian harta rampokan tersebut terjadi kecurangan oleh salah seorang bandit yang tamak sehingga harta rampokkan tersebut dikuasainya sendiri setelah membunuh kawannya. Bandit yang tamak itu adalah kakek yang di bunuh oleh pemuda tadi. Sedangkan bandit yang dibunuh oleh kakek itu adalah ayah dari pemuda yang membunuh kakek tadi. Disini berarti nyawa di bayar nyawa. Sedangkan petani yang hartawan itu adalah ayah dari si pemuda gembala tadi yang mengambil bungkusan kain tadi. Itulah keadilan Tuhan. Harta kekayaan telah kembali kepada yang berhak dan kejahatan dua bandit tadi telah memperoleh balasan yang setimpal. Meskipun peristiwanya tidak berlangsung tepat pada masanya”.Di kutip dari buku
“KISAH KEADILAN PARA PEMIMPIN ISLAM”
KARYA : NASIRRUDIN S.AG.MM,

27 Juli 2008 Ditulis oleh Ayatullah | Artikel, kisah, oase | , , | No Comments Yet