LOEBIS’s Blog

Tiada Kata Tanpa Makna

IMM Tapsel-Padangsidimpuan “perseteruan tiada henti”

Perseteruan di tubuh IMM Cabang Tapsel-kota padangsidimpuan tiada ujungnya… ada apa sebenarnya di balik itu semua…? ternyata IMM yang ada di Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan tidak pernah mendapat angin segar dari kalangan elit UMTS… kenapa…?

10 Juni 2008 - Ditulis oleh Ayatullah | Artikel, Muhammadiyah | , | & Komentar

& Komentar »

  1. kok bisa

    Komentar oleh someone | 10 Juni 2008

  2. Itulah Pak Tolll….Kadang – kadang kita tak mengerti pa maunya mereka di UMTS. apa kita harus mau diketiak mereka baru kita bisa diterima mereka? Ah…. Nakkon jadi pak toll di aleima songoni UMTS inialei…

    Komentar oleh M. Nasir Rambe | 1 Desember 2008

  3. he….he….he……

    Komentar oleh paktulloh | 5 Desember 2008

  4. berjuang mada torus kakanda senior IMM,unang mundur.anggo Rektor ido hantam torus.Okey……….

    @toox hery.
    Selamat berjuang…!!! eitch… tunggu dulu…. apa sih yang mau diperjuangkan, harus riceck dulu, jangan kita berkoak-koak kesana kemari tetapi kepentingan orang yang kita perjuangkan, akhirnya kita terpinggirgan… riceck dulu komamdan…… benar nggak yang kita perjuangkan… atau malah membuka aib kita sendiri….
    sekali lagi selamat berjuang…..

    Komentar oleh hery fadhli ritonga | 6 Desember 2008

  5. Memang botuldo naidokkn ni saudara i,maksdku nadi porjuangkn i adalh kebnran.jd anggo ht madng merasa benar sesuai aturan yg ada dan kt terinjak injak,knapa ga kt lawan.melwn bkn brart dlm bntk fsk,tp yg terpentng mengemukaka kebaikan dngn cr yg sebaik baiky.au pe anak IMM do,tp au msh junior.smangat maia na adng d au.tp tidak tau sstmny seperti apa saya ikt memperjuangknny.harapan saya bg kakanda senior,jdlah sbgai cnth buat adk2 yg lain yg mau memprjuangkn yg bnar.insy allah kami siap mendkng dari segi kemampuan yg km miliki.

    @ Tak beridentitas (takut, malu, entahlah)

    Kebenaran itu memang harus diperjuangkan adinda…
    tapi….
    Ok lah saya buat sebuah perumpamaan….
    Ibaratnya anda punya seorang ayah yang kerjanya bangun pagi nggak langsung sholat subuh tetapi malah ke warung tempat orang main judi… dan anehnya beliau juga ikutan main judi, dan begitu terus menerus dari hari ke hari… apa yang harus anda lakukan… apakah anda mendatangi kepala desa tempat anda tinggal.. kemudian ribut-ribut disana dengan menyampaikan seluruh aib orangtua anda… kalau anda anak yang sholeh dan berbakti kepada orangtua anda tidak akan melakukan itu betul nggak… kenapa harus ke kepala desa.. memangnya tidak bisa dibicarakan baik-baik, dinasehati… kalau anda tidak merasa berhak untuk menasehatinya, kenapa mesti ke kepala desa dilaporkan.. kan ada uda, naguda, ompung, tulang dan nantulang.. minta tolonglah ke mereka…
    seperti itulah adinda… perumpamaannya, selahkan diterjemahkan..;.

    Komentar oleh Anonim | 4 Maret 2009

  6. Jawabn atas pernytaan saudara saya jwb d bagian no 5 yg d bawah ya..

    Komentar oleh Hery fadhli ritonga | 4 Maret 2009

  7. Mang btl apa yg saudr blng.tp ktk ayah kt tegor kt malh mendapat cacian,kt d blng anak tak tau d untng.kmdian kt ngadu ama uda kt.eh.. Tau2ny kt dapat hal yg sama.hany nene satu2ny harapn tmpt ngadu.tp tu pun sama juga,bhkn lbh mengecwkn.bgt juga hal km,km udah ajak phk rektort ngmng baek2 tp apa yg d dapt..? Ga ade mas.kmudiam km ngdu ama PDM,tu pun sama jg.bhkn km ngdu ama PWM tupun ga ade respn smpe hr ni.nah ktk nenek yg d harapkn sbg pengaduan pinal tdk brasl,apak slh kt coba berbg crt ama orng lain..? Mana tau dia bs bntu.biarpn orng tu tdk ada hbngn keluarg ama kt.bhkn ktk orng tu ga snggp,apkh kt salh ngadu ama kepdes atau sejenisny.d mana tujuan kt mulia.krn apabil ayh kt terus2an spert tu kan kt jg yg mergu dr phk anak.dmana nafkh anak terabaikn,perhatian dan perlndungan anak tdk d indhkn lg akbt dr perbuatan sang ayh tdi.cb saudr pkrkn juga apa yg saya sampaikn td… Kt bkn anak2 lg yg ga tau mana yg bnar dan yg salah.okey.. Slm MAHASISWA jw intelek..

    @tuk saudara yang intelek….

    wah kalau begitu ceritanya… etek.. uda dan NENEK NYA juga perlu di ributin… adukan aja semua ke kepala desa.. atau jangan2 etek uda dan neneknya juga ikut-ikutan main judi…
    wah berabe tu saudara mahasiswa yang katanya intelek (wah kalau intelek mah jangan mau di kacangin)
    tapi kalau dugaan ini salah… berarti saudara juga mesti berkaca dulu… apakah saudara juga sudah menegur baik-baik atau main hantam kromo didepan orang banyak sehingga si ayah jadi malu… atau jangan2 anda yang salah persepsi.. yang tadinya kita mengira ayah main judi di warung eh ternyata nggak, cuma beli rokok doang.. trus kita main hantam aja se enak e dewe… pasti si ayah marah dong.. nggak ngasi uang jajan itu uda pasti.. sabar-sabar ajalah saudara… saudarakan intelektual… ya cari jajan sendirilah… ngapain lagi minta2 jajan ke si ayah… si ayahkan udah terlalu gondok melihat sikap kita… ngapain bujuk-bujukin dia ngasi uang jajan… genggsi la yau…. bener nggak…

    Komentar oleh Anonim | 28 Maret 2009

  8. enmang bner yang saudara sampaikan,tap maksud saya bukan saya yang intelek itu… tp yang namanya mahasiswa adalah calon2 intelek.seperti itu saudaraku.tap kan yang paling penting sekarang adalah saling keterbukaan,dimana ketik yang satu salah yang lain memperbaikinya.sama halnya dengan ayah tadi.Ketika sang ayah hanya membeli rokok di warung dan sang anak merasa curiga itu wajar wajar saja,karena sang ayah beli rokoknya di kede yang ada permainan judinya.dan sang ayah agak lama sikit berada di dalam warung itu.tp sang ayah harus berterus terang.dan ketika sang anak meminta penjelasan sang ayah,seharusnya sang ayah memberikannya tanpa harus merasa bersalah.dan tidak berusaha mengambil hak hak anaknya yang selama ini di dapatkan.begitu juga yang kita dapatkan saat ini,padahal kita hanya menegur sang ayah tapi,yang di dapatkan bukan untuk kebaikan melainkan anaknya terlantar entah kemana.bagaikan anak jalanan yang tidak memiliki apa apa lg di atas dunia ini.padahal ayahnya adalah seorang gubernur.kan wajar wajar saja anaknya berontak ama sang ayah tadi.yng kita butuhkan hanyalah penyelesaian masalah tanpa adanya masalah.apabila sanga anak yang salah sangka,maka sang ayah memberikan keterangan yang baik dan membangun,dan apabila memang benar sang ayah yang salah maka minta maaflah kepada sang anak dan berusaha memperbaiki sisitimnya kedepan demi kemajuan satu keluarga yang sakinah mawaddah warrohmah.karna kehancuran hubungan antara sang ayah dan anak akan menimbulkan kehancuran keluarga.orang lain sih… tak mau peduli.bahkan merasa senang dengan kehancuran keluarga trsbt.karna saya pernah mendengar teori seperti ini ” kehancuran yang kita buat sendiri hanya kitalah yang bisa memperbaikinya,bukan orang lain yang tidak tau asal,usul,sebab dan musabab kejadian itu.dan apabila kita lari dari permasalahan itu,masalah tidak akan selesai melainkan masalah tambah runyam ” untuk itu saya berharap kepada seluruh yang terlibat dengan masalah itu,marilah sama sama kita perbaiki agar kita menjadi keluarga yang melahirkan anak anak ayang berkwalitas di tengah tengan masyarakat dan menjadi keluarga yang di segani keluarga yang lain.okey…. apabila ada pengucapan saya yang salah hanya kepada Allah-Lah kita mohon ampun,dan hanya sesama kitalah salinh memaafkan.billahi fii sabilil hak fastabiqul khairats
    WSS.wr.wb.

    @tuk tanpa nama…
    emang selama ini UMTS nggak pernah terbuka ya….
    IMM kurang perhatian nih ceritanya….
    PR nih buat pak Rektor…
    IMM kan anak kandungnya pak rektor…
    ngapain lirik anak orang klo anak sendiri juga intelek muda yang perlu diperhatikan. tul nggak…
    klo gitu… kita juga perlu nunjukin tuh ke pak rektor klo kita juga tidak bisa dipandang sebelah mata… mari berkarya… mari membangun UMTS… mari mendisiplinkan UMTS mulai dari diri kita sendiri… mari tanamkan slogan anti bolos kuliah… biar dosennya juga nggak bolos-bolos.. hidup IMM… Fastabiqul Khoirot

    Komentar oleh Anonim | 30 April 2009

  9. jangan terlalu mengurusi Pribadi ataupun golongan .iboto amudo nabahat masalah di umts contohna pasusunkon skripsi.JANGAN MENCARI HIDUP DI MUHAMMADIYAH tp faktanya kitarasakan sendiri.jd Dmana suara kita yang katanya sebagai anak kandung

    @ tanpa nama
    wah… saudaraku… bukan UMTS aja yang banyak masalah…. klo mahasiswa yang banyak nyusunkan skripsi itu bukan masalah di UMTS aja… coba saudara jalan-jalan dulu ke STAIN padangsidimpuan, STKIP Padangsidimpuan, UGN … banyak yang seperti itu bro… cuma tersimpan rapi, tanpa terdeteksi… klo saudara punya bukti sampaikan saja… rektor kitakan buka tangan persoalan itu… cuma terkadang kita yang buta mata alias bego… ngaku intelek kok nyusunkan skripsi… mudah-mudahan anak-anak IMM nggak ada yang gitu ya… malu atuh ama tetangga….
    “JANGAN MENCARI HIDUP DI MUHAMMADIYAH TETAPI HIDUP-HIDUPILAH MUHAMMADIYAH” Itu mah slogan kita…
    tapi nyatanya slogan itu dikangkangi bulat-bulat… bukan saja para UMTS wan/wati, semua di dalam tubuh organisasi ini sudah melupakan slogan ini… tidak terkecuali IMM… klo ditanya satu persatu pasti pernah memanfaatkan dana profosal… jangan munafik bro…. itu kasus yang paling kecil lho… belum lagi manfaatin acara MUSYDA, MUSYCAB dan lain sebagainya untuk ajang mendapatkan keuntungan…. nah… mari kita membenahi diri… membaca buku banyak-banyak… belajar sepanjang hayat… supaya kita tidak buta mata alias bego…. semoga…

    Komentar oleh Anonim | 15 Mei 2009

  10. btul juga yang saudara sampikan tadi,marilah kita perbanyak instropeksi diri kita agar kita tidak terlarut larut dalam lembah lembah menuju kehancuran.Ketika kitamenginginkan sesuatu kebaikan yang besat,mulailah dari kebaikan yang sekecil kecilnya.Klo masalah proposal yang saudara sampaikan tadi,terkadang tidak bisa kita pungkiri.Itulah contoh contoh kecil yang harus kita perbaiki dari skarang.Karna kita adalah Manusia yang tidak akan terluput dari yang namanya salah,khilap,dan dosa.Yang terpenting marilah kitamulai dari diri kita sendiri sebelum memperbaiki kesalahan orang lain.Dan masalah IMM itupun skarang sudah mulai di perbaiki,jadi inilah kesempatan kita untuk memperbikinya tahapdemi tahap.Pesan saya kepada seluruh pengunjung Web ini,”janganlah kita lari dari masalah yang sedang kita hadapi,tapi selesaikanlah masalah tersebut walau serumit rumit apapun masalah yang kita hadapi tersebut.Karna ketika kita lari dari masalah bukanlah menyelesaikan masalah tapi akan mempersulit masalah.Setiapmasalah yang terjadi akibat ulah kita hanya kitalah yang dapat menyelesaikan masalah tersebut.Janganlah kita mau dimanfaatkan orang lain hanyauntuk kepentingan orang lain/individu dengan mengorbankan hak kelompo/orang banyak.bahkan yang paling haruskita hindari adalah penjualan IDEOLOGI kita hanya demi kepentingan person yang tidak jelas danmerugikan semua pihak”

    Komentar oleh a | 9 September 2009

  11. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah,jangan kita lupakan semboyan kita “billahi fie sabillil haq fastabiqul khairats” Anggun dalam moral unggul dalam intelektual.itu haruslah kita pertahankan dan kalau belum tercapai mari kita capai mulai dari sekarang.

    Komentar oleh a | 9 September 2009


Tinggalkan komentar