LOEBIS’s Blog

Tiada Kata Tanpa Makna

IMAM SYAFI’I JUNIOR

setelah melihat video ini saya teringat sengan sebuah kisah
“suatu hari di masjidil Haram seorang guru tengah menyampaikan ilmu kepada murid-muridnya. Dengan lugas, jelas, dan komunikatif. Namun ada yang ganjil dalam majelis itu, ternyata gurunya jauh lebih muda dari murid-muridnya. Bahkan ditengah prosesi belajar mengajar ia sempat minta izin untuk minum, padahal siang itu adalah bulan Ramadhan. tentu saja para muridnya protes, “kenapa anda minum inikan bulan Puasa” apa jawab sang guru? “aku belum wajib berpuasa” (Zero to Hero karya Sholikhin abu Izzudin)

Siapakah guru yang terlihat nyeleneh tersebut? ternyata ia adalah Muhammad Idris Asy Syafi’i yang lebih kita kenal dengan Imam Syafi’i.

Kita tidak usah heran dengan fragmen ini karena beliau sebelum baligh sudah menjadi Imam usia 9 tahun sudah hapal Al-Qur’an, usia 10 tahun sudah hapal isi kitab Al Muwatha’ karya Imam Malik berisi 1.720 Hadist. pada usia 15 tahun sudah menduduki jabatan Mufti (semacam Hakim Agung).

25 Desember 2008 Ditulis oleh Ayatullah | Artikel | , , , , , | Belum Ada Tanggapan

Happy Birthday to you….. Why…?

Happy Birthday to you….. Why…?

Benarkah kita bahagia? apa sih karya kita? mengapa kita habiskan waktu buat pesta pora?
“Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu di dalamnya, Kesehatan dan kesempatan” (H.R. Bukhori dan Ibnu Abbas r.a)

Itulah yang sering kita lalaikan, merasa tambah usia, padahal jatah kontrak hidupnya makin sempit. Orang-orang sukses menyadari bahwa usia berbanding lurus dengan prestasi.

Apa sih prestasi itu..?  dapat tropi karena juara pertandingan olahraga?
atau dapat piala citra karena menjadi favorite penonton? atau lulus sarjana dengan nilai memuaskan.?
Seperti siapa sih yang dikatakan berprestasi..? Agnes monica kah..? Kris Jhon kah..? atau Imam safi’i yang  pada usia 9 tahun sudah hapal Alqu’an dan usia 15 tahun sudah menjadi ahli fiqih.

11 Desember 2008 Ditulis oleh Ayatullah | Artikel, oase, sosial | , , , , , , | Belum Ada Tanggapan

ANTARA SENIOR DAN YUNIOR

Ketika Allah memerintahkan Iblis untuk sujud kepada Adam a.s banyak sekali alasan-alasan yang di lontarkan oleh Iblis untuk membela dirinya sendiri dari ke sombongannya…..
Terkadang kita tidak sadar, bahwa kita telah menjadi pengikut iblis, ketika senioritas dikedepankan, yunior menjadi seorang yang tidak layak di hormati.
Terlebih ketika yunior kita menjadi pemimpin, ketika yunior menjadi pemberi keputusan, ketika yunior berada setingkat di atas kita. terkadang kita tidak terima ketika yunior menuturkan kebenarann dimana kebenaran itu melemahkan posisi kita, kebenaran itu menjadi pelemah kekuatan kita, kebenaran itu meruntuhkan kepentingan kita.
Mari kita merenung, siapa yang harus kita korbankan kepentingan yang menjerumuskan kita menjadi pengikut iblis, sehingga Allah kita korbankan, atau Ikhlas menerima perbaikan yang dilakukan yunior kita, sehingga Iblis kita korbankan.
Mana yang kita pilih tertawa bersama Iblis atau gembira melihat Allah tersenyum.

9 Desember 2008 Ditulis oleh Ayatullah | Artikel, Curhat, sosial | , , | Belum Ada Tanggapan